MATERI SHARE HOSTING

Shared Web Hosting, Kelebihan Dan Kekurangannya

Admin Hosting Last Updated: 04 September 2020Ratings(0)

Apakah Anda mempunyai blog, website pribadi atau website bisnis skala kecil yang dikelola sendiri? Sekarang ini, memiliki blog atau website bukan hal sulit. Anda tidak perlu meminta orang lain membuatkan karena sebenarnya Anda bisa membuat sendiri. Anda tidak perlu perangkat lunak (software) komersial yang mahal, karena yang gratis (free) juga tersedia.

Anda juga tidak perlu memaksakan diri belajar banyak bahasa pemrograman web untuk membuat website, karena ada banyak aplikasi web untuk membuat blog atau website dengan mudah dan cepat layaknya Anda menggunakan aplikasi desktop seperti Microsoft Word, Excel atau PowerPoint.

Ada banyak aplikasi web gratis yang dapat digunakan untuk membuat blog atau website dinamis dengan cepat dan mudah. Blogger, CMS WordPress atau CMS Joomla adalah beberapa aplikasi web yang dapat digunakan untuk membuat blog atau website. Blogger dan CMS WordPress lebih dominan digunakan untuk membuat blog atau website karena lebih mudah dan fleksibel dibandingkan CMS Joomla.

Anda terlebih dahulu dapat menyiapkan dan mengembangkan blog atau website di web server lokal di komputer Anda sebelum blog atau website benar-benar siap diunggah (upload) ke hosting untuk online sehingga dapat diakses oleh siapapun di mana saja.

Beberapa paragraf di atas adalah untuk memotivasi Anda yang belum memiliki blog atau website atau yang berpendapat bahwa membuat blog atau website itu sulit. Inti dari artikel ini sebenarnya adalah setelah Anda selesai menyiapkan atau mengembangkan blog atau website di web server lokal dan ingin mengunggah konten blog atau website ke hosting agar bisa online.

1. Pertimbangan menggunakan shared web hosting.

Ada beberapa tipe web hosting yang dapat Anda pertimbangkan dan kemudian pilih untuk blog atau website Anda yaitu free web hosting, shared web hosting, VPS web hosting dan dedicated web hosting. Ada beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam memilih salah satu dari beberapa tipe web hosting tersebut yaitu kebutuhan Anda saat ini, biaya dan juga kemampuan dalam mengelola hosting.

Baca artikel:

Bila Anda pemula dalam dunia web dan hosting dan juga memiliki anggaran yang terbatas, Anda dapat mengambil opsi shared hosting. Kenapa bukan free web hosting atau opsi lain di atas shared hosting? Untuk free web hosting, Anda akan mendapatkan akses ke cPanel dan fitur yang minimal atau terbatas, juga tidak ada support.

Anda juga tidak bisa memasang atau menggunakan ekstensi yang dibutuhkan untuk blog atau website. Selain itu, blog atau website yang ada di free web hosting biasanya akan muncul iklan. Untuk opsi tipe hosting di atas shared web hosting, diperlukan biaya lebih besar dan juga kemampuan mengelola hosting sendiri dengan baik.

2. Apa itu shared web hosting.

Untuk sementara ini, shared web hosting merupakan opsi yang lebih tepat sampai pada akhirnya nanti blog atau website bisnis Anda menjadi besar. Saat itulah Anda mulai berencana untuk menggunakan opsi tipe hosting yang lebih baik lagi. Lalu apa sebenarnya shared web hosting itu? Shared web hosting adalah penggunaan web-host (server) oleh banyak blog atau website.

Jadi di server tersebut tidak hanya ada blog atau website Anda, tetapi juga ada banyak blok atau website milik orang lain. Di shared web hosting, server, sumber daya (CPU, RAM, bandwidth dan ruang penyimpanan) dan layanannya (Apache, MySQL, email dan lain sebagainya) digunakan secara bersama-sama oleh semua blog atau website yang ada.

Dibandingkan dengan free web hosting, shared web hosting tentu menjadi opsi yang lebih baik walaupun masih di bawah VPS web hosting atau dedicated web hosting. Namun ini bukan semata-mata masalah mana tipe web hosting yang paling baik, namun lebih kepada tipe web hosting mana yang cocok dan sedang dibutuhkan untuk saat ini dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang ada.

Masing-masing tipe web hosting mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kalau Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe web hosting, Anda dapat menentukan lebih tepat mana yang cocok dan sedang Anda butuhkan saat ini. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari shared web hosting:

3. Kelebihan shared web hosting

  • Harga yang terjangkau. Ini mungkin yang menjadi kelebihan utama dari shared web hosting. Hal ini wajar karena sumber daya dan layanan digunakan bersama-sama sehingga biaya juga dibagi bersama-sama. Namun bukan berarti dibagi rata, melainkan disesuaikan dengan paket shared web hosting yang diambil.
  • Administrasi dan pemeliharaan server diambil oleh penyedia layanan hosting (web hosting provider). Ini sesuai untuk Anda yang baru menggeluti dunia web dan hosting. Anda dapat belajar dan fokus untuk sementara waktu pada blog atau website yang Anda bangun dan menyerahkan administrasi dan pemeliharaan server ke penyedia layanan hosting.
  • Ideal untuk blog, website pribadi atau website bisnis skala kecil. Shared web hosting sudah cukup ideal untuk semua itu. Anda tidak harus mengambil VPS web hosting atau dedicated web hosting untuk sementara ini. Bukankah anggaran dan kemampuan pengelolaan hosting menjadi pertimbangan Anda?
  • Tidak perlu pengetahuan pengelolaan server Linux atau Windows. Penyedia layanan hosting mengambil alih semua ini. Namun untuk Anda, ini hanya sementara waktu. Anda tetap perlu belajar pengetahuan ini yang nantinya dapat digunakan ketika blog atau website Anda menjadi besar dan kemudian menggunakan VPS web server atau dedicated web server.
  • Email Anda masuk ke akun email Anda sendiri. Walaupun segala sesuatunya serba digunakan bersama-sama di shared web hosting, email untuk Anda akan masuk ke akun email Anda sendiri.
  • Akses ke panel kontrol (cPanel). Anda memiliki akses ke cPanel untuk mengelola blog atau website dengan lebih mudah. Anda dapat memanfaatkan fiturnya untuk misalnya mengunggah file atau gambar serta untuk melihat statistik apapun terkait dengan website Anda.

4. Kekurangan shared web hosting

  • Area kontrol server. Anda memiliki akses terbatas ke server. Akses penuh hanya dimiliki oleh administrator penyedia layanan hosting untuk mengelola semua akun di server tersebut.
  • Kemungkinan terjadinya crash. Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana seandainya dalam satu server terdapat ratusan atau bahkan ribuan blog atau website. Beban yang terlalu berat mungkin dapat mengakibatkan server gagal berfungsi atau crash.
  • Performa blog atau website menurun. Seandainya blog atau website Anda memiliki trafik yang lancar. Tiba-tiba beberapa website lain di shared web hosting juga mengalami peningkatan trafik. Ini dapat menyebabkan performa website Anda menjadi turun seperti waktu muat laman yang semakin lama.
  • Faktor keamanan. Ini adalah salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menggunakan shared web hosting. Apabila ada seorang pengelola (webmaster) sebuah website di shared web hosting menyalahgunakan htaccess atau elemen sensitif lainnya, ini dapat memicu munculnya banyak masalah di server dan juga kemungkinan terburuknya adalah terbukanya celah keamanan.
  • Batasan menggunakan software lain. Anda mungkin tidak dapat menggunakan atau menjalankan software atau utilitas lain selain yang ditawarkan atau yang telah disediakan oleh penyedia layanan hosting.

MATERI SHARE HOSTING

Achmad fahrurozi XII TKJ A smk budiniah

Shared Web Hosting, Kelebihan Dan Kekurangannya

Admin Hosting Last Updated: 04 September 2020Ratings(0)

Apakah Anda mempunyai blog, website pribadi atau website bisnis skala kecil yang dikelola sendiri? Sekarang ini, memiliki blog atau website bukan hal sulit. Anda tidak perlu meminta orang lain membuatkan karena sebenarnya Anda bisa membuat sendiri. Anda tidak perlu perangkat lunak (software) komersial yang mahal, karena yang gratis (free) juga tersedia.

Anda juga tidak perlu memaksakan diri belajar banyak bahasa pemrograman web untuk membuat website, karena ada banyak aplikasi web untuk membuat blog atau website dengan mudah dan cepat layaknya Anda menggunakan aplikasi desktop seperti Microsoft Word, Excel atau PowerPoint.

Ada banyak aplikasi web gratis yang dapat digunakan untuk membuat blog atau website dinamis dengan cepat dan mudah. Blogger, CMS WordPress atau CMS Joomla adalah beberapa aplikasi web yang dapat digunakan untuk membuat blog atau website. Blogger dan CMS WordPress lebih dominan digunakan untuk membuat blog atau website karena lebih mudah dan fleksibel dibandingkan CMS Joomla.

Anda terlebih dahulu dapat menyiapkan dan mengembangkan blog atau website di web server lokal di komputer Anda sebelum blog atau website benar-benar siap diunggah (upload) ke hosting untuk online sehingga dapat diakses oleh siapapun di mana saja.

Beberapa paragraf di atas adalah untuk memotivasi Anda yang belum memiliki blog atau website atau yang berpendapat bahwa membuat blog atau website itu sulit. Inti dari artikel ini sebenarnya adalah setelah Anda selesai menyiapkan atau mengembangkan blog atau website di web server lokal dan ingin mengunggah konten blog atau website ke hosting agar bisa online.

1. Pertimbangan menggunakan shared web hosting.

Ada beberapa tipe web hosting yang dapat Anda pertimbangkan dan kemudian pilih untuk blog atau website Anda yaitu free web hosting, shared web hosting, VPS web hosting dan dedicated web hosting. Ada beberapa faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam memilih salah satu dari beberapa tipe web hosting tersebut yaitu kebutuhan Anda saat ini, biaya dan juga kemampuan dalam mengelola hosting.

Baca artikel:

Bila Anda pemula dalam dunia web dan hosting dan juga memiliki anggaran yang terbatas, Anda dapat mengambil opsi shared hosting. Kenapa bukan free web hosting atau opsi lain di atas shared hosting? Untuk free web hosting, Anda akan mendapatkan akses ke cPanel dan fitur yang minimal atau terbatas, juga tidak ada support.

Anda juga tidak bisa memasang atau menggunakan ekstensi yang dibutuhkan untuk blog atau website. Selain itu, blog atau website yang ada di free web hosting biasanya akan muncul iklan. Untuk opsi tipe hosting di atas shared web hosting, diperlukan biaya lebih besar dan juga kemampuan mengelola hosting sendiri dengan baik.

2. Apa itu shared web hosting.

Untuk sementara ini, shared web hosting merupakan opsi yang lebih tepat sampai pada akhirnya nanti blog atau website bisnis Anda menjadi besar. Saat itulah Anda mulai berencana untuk menggunakan opsi tipe hosting yang lebih baik lagi. Lalu apa sebenarnya shared web hosting itu? Shared web hosting adalah penggunaan web-host (server) oleh banyak blog atau website.

Jadi di server tersebut tidak hanya ada blog atau website Anda, tetapi juga ada banyak blok atau website milik orang lain. Di shared web hosting, server, sumber daya (CPU, RAM, bandwidth dan ruang penyimpanan) dan layanannya (Apache, MySQL, email dan lain sebagainya) digunakan secara bersama-sama oleh semua blog atau website yang ada.

Dibandingkan dengan free web hosting, shared web hosting tentu menjadi opsi yang lebih baik walaupun masih di bawah VPS web hosting atau dedicated web hosting. Namun ini bukan semata-mata masalah mana tipe web hosting yang paling baik, namun lebih kepada tipe web hosting mana yang cocok dan sedang dibutuhkan untuk saat ini dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang ada.

Masing-masing tipe web hosting mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kalau Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe web hosting, Anda dapat menentukan lebih tepat mana yang cocok dan sedang Anda butuhkan saat ini. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari shared web hosting:

3. Kelebihan shared web hosting

  • Harga yang terjangkau. Ini mungkin yang menjadi kelebihan utama dari shared web hosting. Hal ini wajar karena sumber daya dan layanan digunakan bersama-sama sehingga biaya juga dibagi bersama-sama. Namun bukan berarti dibagi rata, melainkan disesuaikan dengan paket shared web hosting yang diambil.
  • Administrasi dan pemeliharaan server diambil oleh penyedia layanan hosting (web hosting provider). Ini sesuai untuk Anda yang baru menggeluti dunia web dan hosting. Anda dapat belajar dan fokus untuk sementara waktu pada blog atau website yang Anda bangun dan menyerahkan administrasi dan pemeliharaan server ke penyedia layanan hosting.
  • Ideal untuk blog, website pribadi atau website bisnis skala kecil. Shared web hosting sudah cukup ideal untuk semua itu. Anda tidak harus mengambil VPS web hosting atau dedicated web hosting untuk sementara ini. Bukankah anggaran dan kemampuan pengelolaan hosting menjadi pertimbangan Anda?
  • Tidak perlu pengetahuan pengelolaan server Linux atau Windows. Penyedia layanan hosting mengambil alih semua ini. Namun untuk Anda, ini hanya sementara waktu. Anda tetap perlu belajar pengetahuan ini yang nantinya dapat digunakan ketika blog atau website Anda menjadi besar dan kemudian menggunakan VPS web server atau dedicated web server.
  • Email Anda masuk ke akun email Anda sendiri. Walaupun segala sesuatunya serba digunakan bersama-sama di shared web hosting, email untuk Anda akan masuk ke akun email Anda sendiri.
  • Akses ke panel kontrol (cPanel). Anda memiliki akses ke cPanel untuk mengelola blog atau website dengan lebih mudah. Anda dapat memanfaatkan fiturnya untuk misalnya mengunggah file atau gambar serta untuk melihat statistik apapun terkait dengan website Anda.

4. Kekurangan shared web hosting

  • Area kontrol server. Anda memiliki akses terbatas ke server. Akses penuh hanya dimiliki oleh administrator penyedia layanan hosting untuk mengelola semua akun di server tersebut.
  • Kemungkinan terjadinya crash. Anda mungkin bisa membayangkan bagaimana seandainya dalam satu server terdapat ratusan atau bahkan ribuan blog atau website. Beban yang terlalu berat mungkin dapat mengakibatkan server gagal berfungsi atau crash.
  • Performa blog atau website menurun. Seandainya blog atau website Anda memiliki trafik yang lancar. Tiba-tiba beberapa website lain di shared web hosting juga mengalami peningkatan trafik. Ini dapat menyebabkan performa website Anda menjadi turun seperti waktu muat laman yang semakin lama.
  • Faktor keamanan. Ini adalah salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menggunakan shared web hosting. Apabila ada seorang pengelola (webmaster) sebuah website di shared web hosting menyalahgunakan htaccess atau elemen sensitif lainnya, ini dapat memicu munculnya banyak masalah di server dan juga kemungkinan terburuknya adalah terbukanya celah keamanan.
  • Batasan menggunakan software lain. Anda mungkin tidak dapat menggunakan atau menjalankan software atau utilitas lain selain yang ditawarkan atau yang telah disediakan oleh penyedia layanan hosting.

MATERI CPANEL

Achmad fahrurozi XII TKJ A smk budiniah

Apa Itu cPanel? Simak Pengertian cPanel beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Bagi pengguna yang masih baru, pasti sering bertanya-tanya, apa itu cPanel? cPanel adalah salah satu control panel berbasis Linux yang paling banyak digunakan di akun web hosting. Melalui panel ini, Anda bisa dengan mudah mengelola semua layanan dalam satu tempat. Saat ini, cPanel merupakan panel standar yang paling banyak digunakan dan sebagian besar web developer sudah sangat familiar dengan tool ini.

Selain intuitif dan mudah digunakan, cPanel juga memungkinkan Anda untuk mengelola akun web hosting dengan maksimal. Membuat FTP user dan alamat email baru, memonitor resource, membuat subdomain, dan menginstall software merupakan beberapa kegunaan cPanel.

Isi

Apa Itu cPanel Hosting?

Sebelum menggunakan cPanel, Anda harus mengetahui pengertian cPanel terlebih dulu, apalagi kalau Anda masih baru di dunia web hosting. Pada umumnya, cPanel merupakan web hosting Linux yang menyertakan instalasi cPanel. Meskipun ada kelebihan dan kekurangannya, cPanel merupakan pilihan yang tepat jika Anda mencari control panel yang cepat dan andal. Berikut kelebihan cPanel dan kekurangannya:

Kelebihan cPanel:

  • Mudah dipelajari
  • Mudah digunakan
  • Menghemat waktu dan uang
  • Telah melalui uji coba
  • Menawarkan software auto installer
  • Tersedia berbagai tutorial dan panduan online

Kekurangan cPanel:

  • Fitur yang terlalu banyak hanya akan memperlambat performa cPanel
  • Pengaturan yang penting bisa tiba-tiba berubah secara otomatis
  • Beberapa hosting menjalankan software yang tidak diupgrade
  • Biayanya mahal dan jarang dipasangkan di hosting gratis

Lihat Paket cPanel Hosting

Pilihan Selain cPanel

Ada ribuan control panel yang bisa digunakan selain cPanel. Sebaiknya cari tahu terlebih dulu control panel yang digunakan oleh provider hosting Anda.

Di Hostinger, kami membuat dan mengelola control panel sendiri yang kami tawarkan di semua paket web hosting. Control Panel Hostinger memiliki banyak kesamaan dengan cPanel dan memungkinkan kami lebih fleksibel dalam mengatur dan mengelola kebutuhan para klien atau pengguna.

Jika Hostinger menawarkan web hosting murah, maka untuk versi premiumnya, kami punya Hosting24. Di Hosting24, kami memperkenalkan cPanel hosting yang paketnya bisa Anda beli untuk durasi satu tahun atau lebih. Dalam paket tersebut, jika Anda membeli salah satu paket cPanel hosting dengan durasi tahunan, maka Anda akan mendapatkan gratis nama domain. Dapatkan semua kebutuhan yang Anda inginkan untuk mengonlinekan website!

Entah itu cPanel atau pilihan lain selain cPanel, hal terpenting adalah Anda mendapatkan semua yang dibutuhkan untuk membuat dan mengonlinekan website dengan control panel yang dipilih. Bertanyalah pada provider hosting Anda jika Anda menginginkan control panel untuk pengembangan yang lebih spesifik,

Tutorial cPanel: Cara Menggunakan cPanel

Masing-masing cPanel memiliki metode instalasi yang berbeda dan di dalamnya juga terkandung berbagai fitur. Kabar baiknya, sekarang Anda mencari panduan dan tutorialnya di internet jika ingin menginstall cPanel yang dibutuhkan. Setelah masuk ke akun, Anda akan melihat metrics yang menyimpan jumlah penggunaan resource (seperti penggunaan CPU, ketersediaan ruang penyimpanan atau storage, dan penggunaan memori). Metric ini menyajikan data yang sangat berguna bagi Anda untuk melihat keseluruhan performa website.

Setelah mengetahui data dan performa website, langkah selanjutnya adalah melihat berbagai modul yang disediakan. Berikut modul cPanel yang biasa digunakan:

File Modul:

Fitur manajemen file cPanel

Modul ini memungkinkan Anda untuk mengupload dan mengelola file secara langsung dari cPanel tanpa bantuan FTP client. Selain itu, Anda juga bisa membuat level privasi, backup, dan masih banyak lagi. Berikut ini modul yang biasa digunakan:

  • Backup
  • Backup Wizard
  • Directory Privacy
  • Disk Usage
  • File Manager
  • FTP Accounts
  • FTP Connections
  • Images
  • Web Disk

Preferences:

Preferences cPanel

Di bagian preferences inilah Anda dapat mengkustomisasi layout dari instalasi cPanel agar sesuai kebutuhan Anda. Berikut modul yang sering digunakan:

  • Change Language
  • Change Main Domain
  • Getting Started Wizard
  • Manage Resources
  • Shortcuts
  • Update Contact Info
  • Video Tutorials

Database:

Fitur manajemen database cPanel

Jika website Anda menggunakan sistem manajemen konten (CMS), maka platform tersebut akan membutuhkan database untuk menyimpan post, pengaturan, dan informasi lainnya. Di bagian ini, Anda akan mengetahui semua hal tentang pengelolaan database tersebut. Berikut modul yang sering digunakan:

  • MySQL Database Wizard
  • MySQL Databases
  • phpMyAdmin
  • Remote MySQL

Aplikasi Web:

Script auto installer cPanel

Di bagian ini, Anda dapat menginstall berbagai tipe software, mulai dari blog dan portal sampai CMS dan forum. Berikut modul yang sering digunakan:

Domain:

Fitur manajemen domain cpanel

Bukan merupakan rahasia lagi jika banyak webmaster yang menggunakan akun hosting untuk mengelola berbagai situs atau membuat subdomain dan pengalihan. Berikut modul yang paling sering digunakan:

  • Addon Domains
  • Aliases
  • DNS Manager
  • Preview Website
  • Redirects
  • Subdomains

Metrics:

Metrics dan statistik cPanel

Performa adalah satu faktor terpenting yang tidak boleh dilupakan ketika mengembangkan website. Modul metrics sangat erat kaitannya dengan performa. Metrics dan performa nantinya membantu Anda memutuskan bagaimana seharusnya website Anda dikelola. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Awstats
  • Bandwidth
  • CPU and Concurrent Connection Usage
  • Errors
  • Raw Access
  • Visitors
  • Webalizer
  • Webalizer FTP

Keamanan:

Fitur keamanan cPanel

Keamanan merupakan hal terpenting yang tidak boleh dilupakan oleh para websmaster, terlebih jika webmaster ini hendak menyimpan informasi yang sensitif, misalnya username, password, atau informasi keuangan. Modul ini membantu Anda untuk mengelola pengaturan terhadap akun hosting. Berikut modul yang paling sering digunakan:

  • Hotlink Protection
  • IP Blocker
  • Leeach Protection
  • SSH Access
  • SSL/TLS

Software:

Software cPanel

Sebagian besar software yang ada di modul ini memuat bahasa pemrograman PHP dan Perl. Modul ini tidak begitu dibutuhkan kecuali kalau Anda adalah pengguna tingkat lanjut. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Softaculpis Apps Installer
  • Optimize Website
  • Perl Modules
  • PHP PEAR Packages
  • CloudFlare
  • PHP Version Selector

Tingkat Lanjut:

Seperti terlihat pada judul, pengaturan ini juga berguna bagi user tingkat lanjut. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Apache Handlers
  • Cron Jobs
  • Error Pages
  • Indexes
  • MIME Types
  • Track DNS

Email:

Fitur manajemen email cPanel

Tidak semua paket web hosting menawarkan email. Namun, jika paket hosting yang Anda miliki menawarkan email dan cPanel, maka di kedua fitur tersebutlah Anda bisa mengelola semua akun email. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Address Importer
  • Apache SpamAssassin
  • Autoresponders
  • Default Address
  • Email Wizard
  • Encryption
  • Forwardes
  • Global Filters
  • MX Entry
  • Track Delivery
  • User Filters

Artikel Lain yang Terkait

Ingin mempelajari lebih lanjut mengenai dasar-dasar web hosting dan pembuatan website? Berikut beberapa artikel yang layak Anda baca:

Jadi, Apa Itu cPanel?

Sampai di sini, apakah Anda sudah mengetahui pengertian cPanel? cPanel merupakan salah satu control panel web hosting berbasis Linux yang menampilkan key metric tnetang performa server dan memungkinkan Anda untuk mengakses berbagai modul, seperti File, Preferences, Database, Aplikasi Web, Domain, Metrics, Keamanan, Software, Tingkat Lanjut, dan Email.

Pada umumnya, cPanel hosting adalah Linux hosting yang menawarkan instalasi cPanel sehingga membuatnya menjadi populer di kalangan webmaster. Di samping itu, juga ada banyak control panel yang bisa dipilih selain cPanel. Karena itulah, jika Anda tidak begitu suka dengan cara kerja cPanel, Anda bisa memilih alternatif control panel yang lain sesuai kebutuhan.

Setelah mengetahui pengertian cPanel serta kegunaan dan kelebihan cPanel, jangan ragu untuk berbagi pengalaman yang Anda dapatkan. Apakah Anda sudah pernah mencoba control panel web hosting lainnya? apa control panel yang Anda sukai? Bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah ini!

MATERI CPANEL

Apa Itu cPanel? Simak Pengertian cPanel beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Bagi pengguna yang masih baru, pasti sering bertanya-tanya, apa itu cPanel? cPanel adalah salah satu control panel berbasis Linux yang paling banyak digunakan di akun web hosting. Melalui panel ini, Anda bisa dengan mudah mengelola semua layanan dalam satu tempat. Saat ini, cPanel merupakan panel standar yang paling banyak digunakan dan sebagian besar web developer sudah sangat familiar dengan tool ini.

Selain intuitif dan mudah digunakan, cPanel juga memungkinkan Anda untuk mengelola akun web hosting dengan maksimal. Membuat FTP user dan alamat email baru, memonitor resource, membuat subdomain, dan menginstall software merupakan beberapa kegunaan cPanel.

Isi

Apa Itu cPanel Hosting?

Sebelum menggunakan cPanel, Anda harus mengetahui pengertian cPanel terlebih dulu, apalagi kalau Anda masih baru di dunia web hosting. Pada umumnya, cPanel merupakan web hosting Linux yang menyertakan instalasi cPanel. Meskipun ada kelebihan dan kekurangannya, cPanel merupakan pilihan yang tepat jika Anda mencari control panel yang cepat dan andal. Berikut kelebihan cPanel dan kekurangannya:

Kelebihan cPanel:

  • Mudah dipelajari
  • Mudah digunakan
  • Menghemat waktu dan uang
  • Telah melalui uji coba
  • Menawarkan software auto installer
  • Tersedia berbagai tutorial dan panduan online

Kekurangan cPanel:

  • Fitur yang terlalu banyak hanya akan memperlambat performa cPanel
  • Pengaturan yang penting bisa tiba-tiba berubah secara otomatis
  • Beberapa hosting menjalankan software yang tidak diupgrade
  • Biayanya mahal dan jarang dipasangkan di hosting gratis

Lihat Paket cPanel Hosting

Pilihan Selain cPanel

Ada ribuan control panel yang bisa digunakan selain cPanel. Sebaiknya cari tahu terlebih dulu control panel yang digunakan oleh provider hosting Anda.

Di Hostinger, kami membuat dan mengelola control panel sendiri yang kami tawarkan di semua paket web hosting. Control Panel Hostinger memiliki banyak kesamaan dengan cPanel dan memungkinkan kami lebih fleksibel dalam mengatur dan mengelola kebutuhan para klien atau pengguna.

Jika Hostinger menawarkan web hosting murah, maka untuk versi premiumnya, kami punya Hosting24. Di Hosting24, kami memperkenalkan cPanel hosting yang paketnya bisa Anda beli untuk durasi satu tahun atau lebih. Dalam paket tersebut, jika Anda membeli salah satu paket cPanel hosting dengan durasi tahunan, maka Anda akan mendapatkan gratis nama domain. Dapatkan semua kebutuhan yang Anda inginkan untuk mengonlinekan website!

Entah itu cPanel atau pilihan lain selain cPanel, hal terpenting adalah Anda mendapatkan semua yang dibutuhkan untuk membuat dan mengonlinekan website dengan control panel yang dipilih. Bertanyalah pada provider hosting Anda jika Anda menginginkan control panel untuk pengembangan yang lebih spesifik,

Tutorial cPanel: Cara Menggunakan cPanel

Masing-masing cPanel memiliki metode instalasi yang berbeda dan di dalamnya juga terkandung berbagai fitur. Kabar baiknya, sekarang Anda mencari panduan dan tutorialnya di internet jika ingin menginstall cPanel yang dibutuhkan. Setelah masuk ke akun, Anda akan melihat metrics yang menyimpan jumlah penggunaan resource (seperti penggunaan CPU, ketersediaan ruang penyimpanan atau storage, dan penggunaan memori). Metric ini menyajikan data yang sangat berguna bagi Anda untuk melihat keseluruhan performa website.

Setelah mengetahui data dan performa website, langkah selanjutnya adalah melihat berbagai modul yang disediakan. Berikut modul cPanel yang biasa digunakan:

File Modul:

Fitur manajemen file cPanel

Modul ini memungkinkan Anda untuk mengupload dan mengelola file secara langsung dari cPanel tanpa bantuan FTP client. Selain itu, Anda juga bisa membuat level privasi, backup, dan masih banyak lagi. Berikut ini modul yang biasa digunakan:

  • Backup
  • Backup Wizard
  • Directory Privacy
  • Disk Usage
  • File Manager
  • FTP Accounts
  • FTP Connections
  • Images
  • Web Disk

Preferences:

Preferences cPanel

Di bagian preferences inilah Anda dapat mengkustomisasi layout dari instalasi cPanel agar sesuai kebutuhan Anda. Berikut modul yang sering digunakan:

  • Change Language
  • Change Main Domain
  • Getting Started Wizard
  • Manage Resources
  • Shortcuts
  • Update Contact Info
  • Video Tutorials

Database:

Fitur manajemen database cPanel

Jika website Anda menggunakan sistem manajemen konten (CMS), maka platform tersebut akan membutuhkan database untuk menyimpan post, pengaturan, dan informasi lainnya. Di bagian ini, Anda akan mengetahui semua hal tentang pengelolaan database tersebut. Berikut modul yang sering digunakan:

  • MySQL Database Wizard
  • MySQL Databases
  • phpMyAdmin
  • Remote MySQL

Aplikasi Web:

Script auto installer cPanel

Di bagian ini, Anda dapat menginstall berbagai tipe software, mulai dari blog dan portal sampai CMS dan forum. Berikut modul yang sering digunakan:

Domain:

Fitur manajemen domain cpanel

Bukan merupakan rahasia lagi jika banyak webmaster yang menggunakan akun hosting untuk mengelola berbagai situs atau membuat subdomain dan pengalihan. Berikut modul yang paling sering digunakan:

  • Addon Domains
  • Aliases
  • DNS Manager
  • Preview Website
  • Redirects
  • Subdomains

Metrics:

Metrics dan statistik cPanel

Performa adalah satu faktor terpenting yang tidak boleh dilupakan ketika mengembangkan website. Modul metrics sangat erat kaitannya dengan performa. Metrics dan performa nantinya membantu Anda memutuskan bagaimana seharusnya website Anda dikelola. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Awstats
  • Bandwidth
  • CPU and Concurrent Connection Usage
  • Errors
  • Raw Access
  • Visitors
  • Webalizer
  • Webalizer FTP

Keamanan:

Fitur keamanan cPanel

Keamanan merupakan hal terpenting yang tidak boleh dilupakan oleh para websmaster, terlebih jika webmaster ini hendak menyimpan informasi yang sensitif, misalnya username, password, atau informasi keuangan. Modul ini membantu Anda untuk mengelola pengaturan terhadap akun hosting. Berikut modul yang paling sering digunakan:

  • Hotlink Protection
  • IP Blocker
  • Leeach Protection
  • SSH Access
  • SSL/TLS

Software:

Software cPanel

Sebagian besar software yang ada di modul ini memuat bahasa pemrograman PHP dan Perl. Modul ini tidak begitu dibutuhkan kecuali kalau Anda adalah pengguna tingkat lanjut. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Softaculpis Apps Installer
  • Optimize Website
  • Perl Modules
  • PHP PEAR Packages
  • CloudFlare
  • PHP Version Selector

Tingkat Lanjut:

Seperti terlihat pada judul, pengaturan ini juga berguna bagi user tingkat lanjut. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Apache Handlers
  • Cron Jobs
  • Error Pages
  • Indexes
  • MIME Types
  • Track DNS

Email:

Fitur manajemen email cPanel

Tidak semua paket web hosting menawarkan email. Namun, jika paket hosting yang Anda miliki menawarkan email dan cPanel, maka di kedua fitur tersebutlah Anda bisa mengelola semua akun email. Berikut modul yang paling banyak digunakan:

  • Address Importer
  • Apache SpamAssassin
  • Autoresponders
  • Default Address
  • Email Wizard
  • Encryption
  • Forwardes
  • Global Filters
  • MX Entry
  • Track Delivery
  • User Filters

Artikel Lain yang Terkait

Ingin mempelajari lebih lanjut mengenai dasar-dasar web hosting dan pembuatan website? Berikut beberapa artikel yang layak Anda baca:

Jadi, Apa Itu cPanel?

Sampai di sini, apakah Anda sudah mengetahui pengertian cPanel? cPanel merupakan salah satu control panel web hosting berbasis Linux yang menampilkan key metric tnetang performa server dan memungkinkan Anda untuk mengakses berbagai modul, seperti File, Preferences, Database, Aplikasi Web, Domain, Metrics, Keamanan, Software, Tingkat Lanjut, dan Email.

Pada umumnya, cPanel hosting adalah Linux hosting yang menawarkan instalasi cPanel sehingga membuatnya menjadi populer di kalangan webmaster. Di samping itu, juga ada banyak control panel yang bisa dipilih selain cPanel. Karena itulah, jika Anda tidak begitu suka dengan cara kerja cPanel, Anda bisa memilih alternatif control panel yang lain sesuai kebutuhan.

Setelah mengetahui pengertian cPanel serta kegunaan dan kelebihan cPanel, jangan ragu untuk berbagi pengalaman yang Anda dapatkan. Apakah Anda sudah pernah mencoba control panel web hosting lainnya? apa control panel yang Anda sukai? Bagikan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah ini!

Konfigurasi DHCP server di Debian 9

1. Konfigurasi IP address Konfigurasi ini diperuntukan kepada server debian kita. Masukan sesuai kebutuhan kita. >> Masuk ke directory /etc/network/interfaces. dengan perintah nano /etc/network/interfaces. 2. Konfigurasi nameserver Kita masukan gateway sesuain dengan gateway debian kita pada directory /etc/resolv.conf >> Masuk ke directory /etc/resolv.conf dengan perintah nano /etc/resolv.conf 3. Reboot Server kita Kita reboot server kita agar interface bisa mendapatkan IP address yang telah kita konfigurasi tadi. >> Masukan command reboot. 4. Cek IP address Setelah kita reboot kita lihat lagi apakah IP address sudah ada apa belum. Jika ada maka berhasil dan masuk ke langkah selanjutnya. >> masukan command ifconfig 5. Install isc-dhcp-server Isc-dhcp-server adalah aplikasi yang dibutuhkan untuk membuat dan mengkonfigurasi DHCP Server pada debian. >> Untuk menginstall-nya gunakan command apt-get install isc-dhcp-server *Jika ada pilihan y/n pilih y *pada saat proses installasi akan muncul pesan error, namun jangan mempermasalahkannya. Bisa di abaikan saja! 6. Konfigurasi DHCP server Disinalah proses utama konfigurasi utama kita. Kita akan masuk ke directory /etc/dhcp/dhcpd.conf >> masuk dengan command nano /etc/dhcp/dhcpd.conf · Pertama hapus tanda pagar yang di tandai merah · Lalu konfigurasi sesuai kebutuhan dengan Network dan kebutuhan IP kita nantinya. Seperti contoh berikut. 7. Konfigurasi Adapter pada Server Kita akan mengkonfigurasi pada directory /etc/default/isc-dhcp-server >> Masukan interface kita pada INTERAFCESV4, gunakan command nano /etc/default/isc-dhcp-server 8. Restart DHCP servernya Untuk merestartnya kita bisa gunakan command /etc/init.d/isc-dhcp-server restart Tadi kita telah selesasi melakukan konfigurasi DHCP Server nya sekarang kita akan konfigurasi DHCP pada client. Baca Juga: Cara Install dan Konfigurasi DHCP Pada Windows Server 2012 Konfigurasi DHCP Client 1. Masuk ke Control panel lalu setting IP address v4 dengan mode Obtain IP address automatically dan Obtain DNS. 2. Lihat Status Adapter apakah sudah mendapatkan IP address atau belum. Jika sudah maka akan seperti berikut. 3. Pengujian, di sini kita akan test ping pertama kita akan ping IP client dan yang keduan kita akan ping IP server. Jika berhasil maka akan seperti berikut.

install debian 8.8

1. PROSES INSTALASI

Pasang CD/DVD/USB bootable Debian 8. Untuk membuat Installer Debian 8 dari file iso di atas menggunakan USB flashdisk, kita bisa memakai tools sejenis rufus. atau jika ingin instalasi menggunakan Virtual Machine seperti VMWare atau Virtualbox, tinggal create saja langsung menggunakan file iso di atas. Untuk kesempatan ini saya gunakan 64 bit install. Tekan Enter

Pilih bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi. Bahasa yang dipilih juga merupakan bahasa bawaan yang nantinya terinstall di sistem. Pada tahap ini saya memilih bahasa Indonesia, jika Anda lebih memilih bahasa lain dipersilahkan…kemudian tekan enter

pilih ya…

Pilih zona waktu Anda, selanjutnya tekan enter..

Saya pilih Inggris Amerika, tekan enter

Proses pengaturan berjalan, silahkan tunggu beberapa saat, menunggu perintah berikutnya

Silahkan beri nama host dari instalasi sistem ini, di sini saya memakai host debian sajalah…tekan enter

beri nama domain untuk sistem ini. Jika tidak memiliki domain, anda bebas mengisikan dengan domain rekaan Anda.

ulangi atau verifikasi password yang dimasukkan sebelumnya.

kata

HomeKomputer dan GadgetTutorial Cara Install Debian 8 Server Step By Step

TUTORIAL CARA INSTALL DEBIAN 8 SERVER STEP BY STEP

admin  09/04/2017  Komputer dan Gadget, LinuxTidak ada Komentar

Berikut ini saya sajikan Tutorial Cara Install Linux Debian 8 Jessie Step By Step. Debian merupakan sistem operasi untuk menjalankan komputer sama halnya dengan windows. Salah satu jenis Linux ini terus dikembangkan oleh berbagai pihak dan disediakan gratis sebagai upaya mengurangi ketergantungan sebagaian besar masyarakat dunia akan sistem operasi windows yang berbayar dengan segenap fiturnya yang dirasakan berat dan rentan terhadap serangan virus.

1. PENYIAPAN SOFTWARE MASTER DEBIAN 8

Master software Debian digunakan untuk proses instalasi dan tersedia gratis di berbagai tempat atau repository . Bentuknya berbagai macam, ada yang hanya berupa file berekstensi iso, ada pula berupa CD/DVD Installer. Berikut ini Link Master Download Installer Debian 8 :

Pada kesempatan ini saya memakai master software installer Debian 8 yang ketiga, dengan harapan kita bebas memilih 32/64 bit saat proses instalasi. Koneksi internet saat instalasi sangat diperlukan karena digunakan untuk melakukan update maupun upgrade terkini dan juga nenambah modul-modul yang perlu ditambahkan saat memasang sebuah aplikasi.

2. PERENCANAAN JARINGAN

Untuk membangun Server menggunakan Debian perlu dilakukan perencanaan jaringan. Kita harus menyesuaikan kondisi jaringan yang ada saat ini jika komputer berada dalam sebuah jaringan internet atau LAN. Pada tutorial ini saya menggunakan hostname debian.sudutbaca.com dengan IP statis 192.168.1.6 . Anda bisa berbeda dengan saya, sesuaikan dengan jaringan Anda.

3. PROSES INSTALASI

Pasang CD/DVD/USB bootable Debian 8. Untuk membuat Installer Debian 8 dari file iso di atas menggunakan USB flashdisk, kita bisa memakai tools sejenis rufus. atau jika ingin instalasi menggunakan Virtual Machine seperti VMWare atau Virtualbox, tinggal create saja langsung menggunakan file iso di atas. Untuk kesempatan ini saya gunakan 64 bit install. Tekan Enter

Pilih bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi. Bahasa yang dipilih juga merupakan bahasa bawaan yang nantinya terinstall di sistem. Pada tahap ini saya memilih bahasa Indonesia, jika Anda lebih memilih bahasa lain dipersilahkan…kemudian tekan enter

pilih ya…

Pilih zona waktu Anda, selanjutnya tekan enter..

Saya pilih Inggris Amerika, tekan enter

Proses pengaturan berjalan, silahkan tunggu beberapa saat, menunggu perintah berikutnya

Silahkan beri nama host dari instalasi sistem ini, di sini saya memakai host debian sajalah…tekan enter

beri nama domain untuk sistem ini. Jika tidak memiliki domain, anda bebas mengisikan dengan domain rekaan Anda.

Masukkan kata sandi atau password root untuk sistem operasi ini.

ulangi atau verifikasi password yang dimasukkan sebelumnya.

Selain user utama sistem yaitu ‘root’, debian mewajibkan satu user lain yang perlu dimasukkan. Masukkan terlebih dahulu nama lengkap dari user baru tersebut.

pilih nama pengguna baru selain root tapi ingat user atau pengguna baru yang akan Anda isikan tidak boleh memiliki nama admin, pilih selain nama admin misalnya administrator.

masukkan sandi atau password pengguna baru

ulangi atau verifikasi sandi untuk pengguna baru.

Pilih zona waktu domisili Anda, kemudian tekan enter

Berikutnya adalah proses pemartisian hardisk, pilih sesuai dengan keinginan Anda

Pilih hardisk yang akan dipartisi

silahhkan pilih pola pemartisian hardisk, untuk pemula disarankan pilih pola partisi semua berkas di satu partisi.

Tulis perubahan/setting pengaturan instalasi dengan memilih ya, dan tekan enter,

selesai mempartisi dan tulis perubahan-perubahan ke dalam hard disk

pilih ya dan enter

Nah selanjutnya Anda disajikan tampilan cermin atau mirror tempat arsip repositori Debian berada, Sesuai dengan keterangannya bisa saja cermin/arsip Debian yang terdekat atau sesuai dengan negaranya bukan merupakan pilihan terbaik. Kalau saya lebih memilih negara Amerika Serikat. Pemilihan cermin arsip ini penting karena dijadikan acuan pengambilan berkas untuk instalasi selanjutnya.

Karena saya melih cermin arsip di Amerika Serikat maka disajikan alamat repo Debian di Amerika. Saya memilih yang disarankan sistem ftp.us.debian.org

masukkan proxy, jika tidak memakai dan tidak tahu kosongkan saja…

proses pengaturan aplikasi berlangsung

Berpartisipasi dalam servey? jika tidak mau ribet pilih tidak saja.

Silahkan pilih menu instalasi yang ingin diinstal. Disini karena Debian yang saya instalasi akan  digunakan untuk server aplikasi, maka saya cukup memasang perkakas sistem standar dan SSH server saja, sehingga tidak memberatkan server.

Proses intalasi berlangsung, silahkan tumggu

Apakah Anda ingin memasang boot loader ? pilih ya dan tekan enter

pilih piranti untuk memasang boot loader

Instalasi selesai, pilih lanjutkan..

Pilih lanjutkan dan sistem debian sudah selesai dilakukan instalasi, pilih lanjutkan sehingga sistem akan reboot

Setelah reboot maka dilayar akan keluar notifikasi login untuk masuk ke sistem

masukkan user Anda. Jika masuk sebagai root maka tampilannya adalah seperti ini setelah login.

Instalasi selesai. https://www.sudutbaca.com/tutorial-cara-install-debian-8-server-step-by-step/

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai